Pengalaman pribadi
Ini adalah blog gue yang pertama gue buat. Jadi, belum begitu bagus sih buat dibaca, namanya juga masih baru... polos banget gitu.. kaya anak bocah baru brojol.
Sebelum baca cerita gue, gue mau perkenakan diri gue dulu.
Nama gue Mario Rafi Firmansyah dan Firmansyah adalah nama Ayah gue. Yaaa, biasanya sih gue manggil papa.
Gue tinggal didesa babat kecamatan babat toman kabupaten Musi Banyuasin.
Hmm menurut gue perkenalan singkat itu cukup.
Nah, cerita ini gie buat berdasatkan pengalaman pribadi gue sendiri, yang pada saat itu gue dan teman-teman gue mengikuti lomba Matematika Nasional yang di selenggarakan oleh Universitas Gadja Mada. Dalam kegiatan itu banyak banget kejadian yang menegangkan..
Biar ga penasaran langsung aja kita baca cerpennya, okee??
Kuuuuuuyyyyyy
Cerpen Karangan : Mario Rafi Firmansyah
Judul cerpen : Lomba Matematika
Kategori : Cerpen Pengalaman Pribadi
Sore itu gue sedang membuka media sosial yang gue punya (tapi gue bukan kids zaman now, ya. Yang seneng makan micin). Tanpa sengaja gue melihat ada sebuah postingan yang lucu-lucu gitu loh, kalian semua pasti tau kan meme, cara membacanya tuh mim bukan meme. Tapi, bukan itu yang bakalan kita bahas dalam pengalaman gue. Kan gak mungkin kalo pengalaman gue cuman baca postingan meme doang, kurang kerjaan banget.
Nah, yang mau gue ceritain kekalian semua adalah tentang postingan yang ada di bawah postingan meme itu, tentang Lomba Matematika Nasional Universitas Gadja Mada yang ke-28. Setelah baca postingan tersebut gue tertarik banget pengen ikut, mengingat otak gue yang encer dibanding temen-temen gue yang lain (sombong dikit), jadi gue pengen ikut. Tapikan gak mungkin gue mau berangkat sendirian, jadi gue ada ide untuk ngajak temen gue yang lain.
Ke-esokan harinya, di sekolah, gue ajak deh tuh semua temen gue yang otaknya hampir setara sama luasnya sungai musi, ya walaupun gak se-encer otak gue, tapi gak apa-apalah gue ajak (hehehe). Dari semangat gue cari temen buat berangkat lomba bareng, ternyata gak sia-sia. Temen gue yang mau ikut lomba itu banyak, buuuaaaannnnyyyyaaaak, buuuaaannyyyyaaaaaaak banget (hehehe). Ya lumayanlah buat nemenin di lokasi lomba nanti. Temen gue yang mau ikut itu jumlahnya ada 6 termasuk gue sendiri, (banyakkan?). dan semuanya adalah Perempuan (waaaaah, surga dunia nihh. Hahaha) yang pasti cuma gue sendiri yang laki-laki.
Sebelum mengikuti lomba, kami semangat banget buat belajar matematika, yang kata orang matematika tuh pelajaran yang mematikan, yang bisa bikin otak kita jungkir balik kesana-kesini. Tapi menurut kami itu Cuma permaian angka yang gak susah-susah amat lah (heh munafik. mudah apanya, bikin pusing iya).
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya acara lomba untuk babak penyisihan tersebut akan dimulai besok, iya besok. Tepatnya acara dimulai itu tanggal 28 oktober 2017 hari minggu, sehari sebelumnya adalah hari sabtu ( ya iyalah, masa hari ibu sedunia.) kami siap-siap untuk pergi. Karena rayon gue berasal dari provinsi sumatera selatan, ya jadi untuk babak penyisihannya di kota masing-masing dulu. Tempat gue melawan soal-soal babak penyisihan berada di Universitas Raden Fatah Palembang sebelum masuk kebabak selanjutnya di Universitas Gadja Mada Yogyakarta.
Pada saat perjalanan ke kota palembang, yang kira-kira perjalanan kami itu selama 4 jam, banyak hal-hal aneh yang kami dapat. Kalian tau ga, gimana rasanya naik kora-kora (kapal-kapal yang di dufan itu loh). Yah, kira-kira kaya gitulah kami di dalam mobil, pontang panting kesana-kemari. Sampai teman gue ada yang muntah, pusing dan lain-lain, tapi karna gue laki-laki, gue kuat, gue gak ngerasain itu semua. Gue senang sama hal itu, tau gak kenapa?, karenaaaa..... cieee kepooo. nungguin jawaban ya? (hehehe). Oke, kita serius lagi. Gue senang dengan keadaan itu karena, makanan yang mereka bawa tidak dimakan (hahahaha. Coba bayangin berapa banyak makan yang sering perempuan bawa kalo berpergian, dan itu semua ga mereka makan, dan gue yang abisin semua itu). Setelah 4 jam lebih sedikit, sedikit banget. Akhirnya kami sampai, eeeiiitsss, bukan sampai dilokasi lomba ya, tapi sampai di penginapan. Tapi, Karena gue cowok, gue ga bisa satu penginapan sama mereka. Akhirnya gue nginap di kosan temen gue (yang pastinya laki-laki). Singkat cerita gue tidur dan ga bangun lagi, ehh, tidur sampai pagi.
Gue bangun pagi, sekitar jam 4 subuh, terus gue mandi dan tak lupa gosok gigi, setelah itu gue sholat subuh dan memohon kepada Allah SWT, supaya diberi jawaban, eh maksudnya diberikan kemudahan saat mengerjakan soal. Singkat cerita, gue ke tempat penginapan perempuan, sambil bawa sarapan yang gue beli di jalan, gue ketok tuh pintu penginapan. Terdengar suara dari dalam “tunggu dulu yo” kata Tri Wahyuni (temen gue), “oke” jawab gue santai. Gak lama, pintu kosan itu dibuka, tanpa sengaja ternyata mata gue ternodai dengan apa yang ada di dalam. Ternyata teman-teman gue masih belum rapih. Contohnya Sri Nurhayati, dia sudah memakai baju seragam tapi belum memakai rok dan jilbab (oh may got), mungkin karena terburu-buru dia hanya menggunakan dalaman jilbab dan kain sebagai ganti rok, eh itu bukan kain (apa?), ternyata itu jilbab Pasminah punya Mei salia namun Sri tidak mengetahuniya.
Tanpa pikir panjang lagi, segera gue masuk ke dalam sambil ngasih sarapan yang gue beli tadi. Kami sarapan bersaman (biasa, makanan orang-orang kaya. Gorengan!). setelah selesai sarapan kami langsung meluncur ke tempat tujuan kami, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang atau biasa disebut UIN RAFA Palembang. Sampai di sana kami segera daftar ulang, dan sambil nunggu pembukaan acara, kami berfoto-foto bersama dulu.
Acara mulai, kami digiring (emang bebek digiring) masuk ke dalam ruangan yang sudah steril dari berbagai macam contekan, bahkan kami diperiksa menggunakan logam detector (heheh, bercanda doang kok). Kami mengerjakan soal tersebut selama 2 jam. Selama 2 jam mengerjakan soal, selama itu pula kami merasa kepusingan.
Setelah selesai mengerjakan soal, kami berkumpul di titik pertemuan awal. Yaitu, mobil kami. Kami berniat untuk jalan-jalan sebelum kembali kerumah. Setelah berekompromi, akhirnya kami memutuskan akan pergi ke Trans Studio Mini. Tapi sebelum kami ke trans studio kami gati baju dulu, kan gak bagus kalo jalan-jalan pakai baju seragam sekolah. Udah kaya sekolah di mall.
Setelah ganti baju, kami tacap gas menuju Trans Studio Mini. Tapi dijalan muuaaaceet banget, kira-kira macetnya sepanjang tembok cina (heheh, atau sepanjang jalan kenangan). Karena macet yang panjang buuaaannngggeet itu, kami memutuskan untuk parkir mobil dipinggir jalan yang gak jauh dari mall tersebut. Kami berjalan dari parkiran kami kurang lebih sejauh 150 meter diatas permukaan laut (emangnya ngukur ketinggian apa). Sampai di mall tersebut, ternyataa.. ternyataa... teryata disana ramenya minta ampun, sampe-sampe gue sama teman gue harus bergandengan tangan baiar gak terpisah (padahal itu Cuma ide gue buat pegang tangan cewek-cewek itu, haaaah, Surga dunia memang menyenangkan). Kami disana gak lama kok, cuman 3 jam aja. Tapi yang aneh itu, kita-kita tuh gak main game apa-apa di trans studio, di trans studio tuk kita-kita Cuma beli eskrim dan minuman doang. Dan, yang parahnya lagi antriannya itu juga panjang kaya kereta api, kita antri jam 2, pas sampe ke kasir udah jam ½ 3, coba lo bayanging seberapa panjangnya tuh antrian. Pas nyalip orang lain, ketauan. Mau nunggu, kelamaan. Udah cuman bisa pasrah aja. Setelah dari trans studio kami turun ke lantai bawah, kami belanja buah tangan untuk orang-orang dirumah, dan lagi-lagi antriannya panjang banget, asudahlah. Tapi jujur, gue seneng bisa jalan-jalan sama temen gue, yaa walaupun cuma sebentar.
Kami pulang jam 5 sore dari palembang. Karena macet, kami sampai kerumah masing-masing jam 22.46 WIB (kalo gak salah juga sih). Sampai dirumah gue langsung tidur, dan ga mau banyak kerjaan lain. Gue Cuma mau tidur dan mimpi pengumuman tanggal 5 November nanti gue lulus.
Ya ginilah cerita pengalaman pribadi gue. Ya, emang sih ga bagus-bagus amat, tapi inilah cerita gue, iya ini cerita gue. Kenangannya ga bakalan gue lupain sampai kapanpun, karna inilah pengalaman yang sangat gue banggain, bisa mewakili sekolahan gue untuk lomba matematika tingkat nasional. (tingkat nasional cooy. Bukan susu murni nasional yang biasa dijual sama abang-abang yang pake gerobak genjot gitu.). foto dari kegiatan tersebut akan terus gue kenang sampai gue dewasa nanti.
Oke, itulah cerita pendek pengalaman gua, kalo kurang greget mohon d maaf kan..
Kalau ada salah-salah kata mohon d maafkan..
Terima kasih udah mau baca blog gue. Semoga bermanfaat buat kalian yang mau buat cerpen sendiri.
good job vroh ini gue XCYBER_NORS
ReplyDeletemin gue mau curhat tenteng orang bisu
ReplyDeleteudah itu aja crita gue min thanks
Thanks To Mr.XCYBER_NORS
ReplyDeletenjir gk pke mr
DeleteThanks To XCYBER_NORS
ReplyDeleteThanks juga buat Spam Komennya_-
Thanks To Mr.XCYBER_NORS
ReplyDelete